Kamis, 20 April 2017

Perasaan itu datang dan kemudian hilang begitu saja..

Tanpa aku sadari ini sudah terjadi sejak lama. Perasaan ini seringkali muncul dengan tiba-tiba. Sakit, rasanya sakit sekali. Seolah ada dua batu besar yang menghimpitku dari dalam. Perasaan berat yang mengganjal dan menyesakkan hingga ingin menjerit meminta tolong. Tapi itu tertahan dan semakin menghimpitku lebih menyekitkan lagi. Entah dari mana perasaan itu muncul, padahal 10 menit sebelumnya aku masih tertawa melihat tingkah konyol keponakanku.

Ada yang bilang itu karena aku terlalu banyak memendam semuanya sendiri. Mungkin ada benarnya. Sebagai pihak yang dianggap netral, seringkali aku dijadikan tempat penampungan. Mereka mengatakan keluhan dan kekecewaan mereka padaku. Akhirnya aku tak sempat memikirkan keluhanku sendiri dan kemudian melupakannya. Tapi sesungguhnya itu tidak aku lupakan hanya saja aku simpan dengan rapi bersama keluhan-keluhan yang datang padaku seperti dokumen usang. Lama –kelamaan penampungan pun bisa penuh dan meluap. Dan luapan itu lagi-lagi tertahan agar tak timbul ke permukaan dan membuat masalah bagi yang lain.

Karena terbiasa menampung, aku tahu ekspresi apa yang harus ku keluarkan untuk menanggapi cerita mereka. Tapi itu semua palsu. Seperti pelayan mini market yang memiliki senyum hapalan untuk menyapa pelanggan yang datang. Rasa simpati dan empati yang sesungguhnya terasa seperti memudar, suara lain seperti “itu bukan masalahku” atau “kenapa aku harus kasihan padanya” terkadang muncul. Aku pun tak bisa membedakan ekspresi asli dan palsuku, bagaimana menunjukkannya? Kapan?, dimana?. Suara lain itu kadang mengharapkan hal buruk terjadi, bahkan ketika aku mengharapkan sesuatu yang baik. Atau memberikan pembenaran untuk melakukan sesuatu yang buruk meski tak pernah kulakukan. Suara lain itu masih terlalu kecil untuk membuatku mendengarkannya. Terlalu jauh untuk bisa mencapai kendaliku. Atau mungkin tertahan oleh dinding yang kubuat untuk melindungi penampunganku agar tidak meluap ke permukaan. Entahlah... atau mungkin aku hanya terlalu lelah... atau, haruskah aku mendengarkan suara itu?