tadaaaa.. tugas SIA disiniii :D tugas terakhir yang hampir kelupaan dipost.
MEIRA ANDINI AULIA C1C013094
1. Kunci : -3
Dekode pesan : LETS DO JULIUS ON MONDAY MARCH 15 DRESS: TOGA CASUAL (BYOD)
2. Enkripsi : LXFNT FTATLBLPT PTCBU FXFUTPT DLF LTTM NCBTG.
Kunci : +7 Pesan Asli : semua mahasiswa wajib membawa KSM saat ujian.
3. Segel jaminan web yang menjual barang dan jasa.
a) Lazada Indonesia
* URL : http://www.lazada.co.id/
* Cookie : ya.
* Situs tersebut mempublikasikan kebijakan privasinya.
* tidak mendistribusikan data pelanggan
* Enkripsi digunakan setelah login/ untuk mendaftar. Pada halaman awal / homepage tidak menggunakan enkripsi. High-Grade encryption ( TLS_ECDHE_RSA_WITH_RC4_128_SHA, 128 bit keys)
b) Lamido
* URL : http://www.lamido.co.id/
* Situs memberikan cookie
* Kebijakan privasi dipublikasikan
* Data pelanggan tidak didistribusikan
* Enkripsi digunakan setelah login/ untuk mendaftar. High-Grade encryption (TLS_ECDHE_RSA_WITH_RC4_128_SHA,128 bit keys)
c) Zalora
* URL : http://www.zalora.co.id/
* Situs memberikan cookie
* Kebijakan privasi dipublikasikan
* Data pelanggan tidak didistribusikan
* Enkripsi digunakan setelah login/ untuk mendaftar. Sertifikat : VeriSign Inc. conection encryption : High-Grade encryption ( TLS_ECDHE_RSA_WITH_RC4_128_SHA, 128 bit keys)
d) Berniaga
* URL : http://berniaga.com/Indonesia/jual/?xtor=SEC-9701-GOO-%5Bgs_top_berniaga_%5D-%5B5360%5D-S-%5Bberniaga%5D
* Situs memberikan cookies
* Kebijakan privasi dipublikasikan
* Data pelanggan tidak didistribusikan
* Tidak menggunakan enkripsi. Tidak ada sertifikat. Login menggunakan facebook.
e) Tokopedia
* URL : https://www.tokopedia.com/
* Situs memberikan cookie
* Kebijakan privasi dipublikasikan
* Data pelanggan tidak didistribusikan
* Menggunakan enkripsi sejak awal memasuki web. Bersertifikat DigiCert Inc.
f) Bhinneka
* URL : http://www.bhinneka.com/aspx/bhindexpc.aspx
* Situs memberikan cookies
* Kebijakan privasi dipublikasikan
* Data pelanggan tidak didistribusikan
* Enkripsi digunakan setelah login/untuk mendaftar. High-Grade encryption (TLS_ECDHE_RSA_WITH_AES_256_CBC_SHA, 256 bit keys)
g) OLX (Tokobagus)
* URL : http://www.olx.co.id/?xtor=SEC-158%5BTokobagus_Branding_OLX%5D-GOO-%5BBranding_OLX%5D--S-%5Bolx.com%5D&gclid=CO3B6r_fv8ICFRYPjgod2KUAsQ
* Situs memberikan cookies
* Kebijakan privasi dipublikasikan
* Data pelanggan tidak didistribusikan
* Tidak menggunakan enkripsi. Login menggunakan facebook.
h) Forever21
* URL : http://www.forever21.com/
* Situs memberikan cookies
* Kebijakan privasi dipublikasikan
* Data pelanggan tidak didistribusikan
* Terenkripsi sebagian dengan enkripsi yang tidak diketahui
i) Ebay
* URL : http://www.ebay.com/
* Situs memberikan cookies
* Kebijakan privasi dipublikasikan
* Antar anggota/pelanggan dapat saling bertukar informasi dan membuat group/forum diskusi. Menggunakan enkripsi 128 bit keys.
j) Berrybenka
* URL : http://www.ebay.com/
* Situs memberikan cookies
* Kebijakan privasi dipublikasikan
* Antar anggota / pelanggan dapat saling bertukar informasi dan membuat group / forum diskusi.
* Tidak menggunakan enkripsi
4. XBRL
a) XBRL sesuai dengan kasus Ozment karena sebagai sebuah sistem pelaporan keuangan yang berbasis tagging hal ini memungkinkan komputer untuk memproses informasi bisnis dan menampilkan secara otomatis berbagai data keuangan dalam laporan keuangan. Dengan begitu informasi yang ada dalam laporan keuangan dapat lebih ditampilkan secara transparan dan mudah untuk dianalisis.
b) Dengan XBRL pelaporan keuangan dapat disajikan dengan lebih transparan dan dapat membantu dalam analisis keuangan suatu bisnis. XBRL juga menawarkan berbagai kelebihan seperti realtime, low cost, borderless, lebih cepat dan memungkinkan adanya interaksi yang tinggi. Dengan XBRL, investor dapat lebih cepat mengakses informasi keuangan yang berguna untuk membuat keputusan.
5. Kondisi lisensi untuk otoritas sertifikasi di Amerika serikat dan Eropa.
Temuan yang saya dapatkan mengenai kondisi lisensi otoritas sertifikasi di Amerika Serikat dan Eropa saat ini yaitu untuk memulai bisnis di Amerika jauh lebih mudah daripada di kebanyakan bagian dunia lain, walaupun masih harus berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis atau masalah administrasi. Masalah-masalah birokrasi yang baru di tangani terbagi dalam tiga kategori: Nomor identifikasi. Ini digunakan untuk melacak bisnis oleh otoritas pemerintah. Salah satu contohnya adalah Nomor Identifikasi Pemberi Kerja (EIN) Lisensi atau sertifikat. Beberapa kota mengharuskan memiliki lisensi untuk menjalankan bisnis apa pun. Jenis-jenis bisnis atau profesi tertentu juga memiliki persayaratan lisensi. Misalnya, anda mungkin membutuhkan lisensi kontraktor, lisensi untuk menjual minuman beralkohol, atau sertifikat ahli kacamata untuk dipasang pada papan nama Anda Izin. Izin ini diperlukan bagi tindakan-tindakan tertentu, seringkali lebih terbatas. Misalnya izin kontruksi dan event khusus.
Berbeda dengan lisensi otoritas sertifikasi di Eropa, yaitu tidak mudah untuk mendapatkan sertifikasi di Eropa sebagai contoh pada kasus penerbangan yang dialami oleh Indonesia IOSA lebih susah dari pada yang diwajibkan FAA, aspek-aspek yang harus dipenuhi maskapai penerbangan untuk mendapatkan sertifikat IOSA (IATA Operational Safety Audit) jauh lebih banyak daripada FAA (Federal Aviation Adminstration). Ada sekitar 900 aspek yang harus dipenuhi, sementara untuk FAA yakni 500-an aspek. Diantata 700 aspek yang harus dipenuhi yaitu operasional penerbangan, sistem perawatan yang dilaksanakan, komitmen manajemen terhadap keselamatan penumpang, safety management sistem yang diterapkan, sumber daya manusia, sistem pendidikan dan pelatiha dan lainnya. Sebenarnya tidak ada perbedaan antara IOSA dan FAA yang membedakan hanya tempat asal lisensi itu dikeluarkan, IOSA dari Eropa sedangkan FAA dari Amerika. Kedua sertifikasi ini tetap memiliki yang sama.
6. Perjanjian privasi dari 10 web (pd nomor 3). Prasyarat yang dibutuhkan sesuai dengan Perjanjian Safe Harbor yaitu pemberitahuan, pilihan, penerusan, transfer, pengolahan keamanan, integritas data, akses dan pelaksanaan privasi. terdapat dua situs yang menggunakan kebijakan privasi dan delapan diantaranya tidak menggunakan kebijakan privasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata situs tidak sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan sesuai perjanjian Safe Harbor.
7. Perbedaan: Nomor pesanan penjualan Kode tujuan pengiriman Perusahaan pengirim Jumlah yang dipesan Diskon yang ditawarkan Pajak Biaya pengiriman yang dikenakan Perbedaan yang harus diperhatikan adalah kode tujuan pengiriman agar perusahaan penjual tidak salah pada saat pengiriman barang maka sebaiknya dicantumkan kode tujuan oleh penjual. Perusahaan pengirim sebaiknya dicantumkan oleh pembeli sebagai bukti bahwa perusahaan yang bertransaksi dengan perusahaan penjual khususnya membeli produk dari perusahaan pembeli yang akan memudahkan dalam pengecekan pembelian dan memudahkan dalam pembukaan juga sebagai bukti transaksi telah dilakukan transaksi dengan perusahaan tersebut. Dan untuk jumlah barang yang dipesan sebaiknya pembeli mencantumkannya agar dapat memudahkan dalam mencocokkan barang pada saat barang sudah diterima, dan sebagai bukti apabila ada kesalahan (kurang) barang yang dikirim, penjual tidak bisa mengelak bahwa pemesanan yang kita lakukan berjumlah sedemikian sesuai pesanan pembeli. Untuk diskon, pajak dan biaya pengiriman yang dikenakan oleh perusahaan pembeli tidak perlu dicantumkan pada saat membeli produk karena itu hal itu merupakan kebijakan atau tugas dari perusahaan penjual, tetapi saat penerimaan produk perusahaan pembeli harus mencatatnya karena akan berpengaruh pada pembukuan yang berkaitan dengan asset atau laba yang didapatkan.
8. Penilaian Pengendalian Internal dan Pertukaran Data Elektronik
a. Flow chart aliran document sistem akutansi Gresko
b. Masalah pengendalian Masalah pengendalian yang ada adalah tidak adanya ketepatan waktu dalam pembayaran kepada pemasok adanya kehilangan penjualan yang mengakibatkan persediaan suku cadang tidak memadai. Adanya asumsi bahwa suku cadang tersedia di gudang tetapi kenyataannya tidak ada, maka pesanan akan ditunda selama beberapa minggu yang mengakibatkan pembeli kecewa dan akhirnya pembatalan pembelian, atau dengan tidak tersedianya suku cadang maka perusahaan membeli suku cadang dengan harga yang mahal kepada pemasok lain yang biayanya lebih tinggi, dengan hal ini perusahaan dapat memenuhi pesanan tetapi dengan harga jual produksi yang lebih mahal sehingga pelanggan akan merasa tidak nyaman atas harga yang berfluktuasi.
Minggu, 21 Desember 2014
Jumat, 28 November 2014
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
CLOUD COMPUTING, istilah IT ini dapat diartikan sebagai suatu teknologi komputasi yang memanfaatkan internet, iasanya diwujudkan dalam bentuk layanan yang dapat diakses melalui internet. cloud computing disebut juga komputasi awan. Awan disini merupakan internet, dimana pada metode komputasi ini teknologi informasi dapat disajikan dalam suatu layanan yang dapat diakses pengguna tanpa mengetahui apa yang ada dan terjadi di dalam sistemnya. seperti digambarkan dalam gambar berikut
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan
Macam-macam layanan cloud computing di Indonesia (sumber : http://cendikianews.com/2014/09/macam-macam-layanan-cloud-computing/)
- Infrastructure as a Service (IaaS) Yaitu layanan yang menyediakan resource secara langsung berbentuk fisik dan dikonfigurasi oleh user.
- Platform as a Service (PaaS) Yaitu layanan platform yang menjangkau system operasi, web server, database dan programming language environment.
- Software as a Service (SaaS) Yaitu software atau program di cloud yang diakses dan siap digunakan oleh pengguna internet.
- Network as a Service (NaaS) Yaitu konektivitas atau network yang disediakan oleh provider secara cloud.
Kelebihan cloud computing :
1. Semua data tersimpan di server secara terpusat
Salah satu keunggulan teknologi
cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu
server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud
Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tak perlu repot repot lagi
menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/storage dll
karena semua telah tersedia secara virtual.
2. Keamanan Data
Keamanan data pengguna dapat
disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud
Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dll.
3. Fleksibilitas
dan Skalabilitas yang Tinggi
Teknologi Cloud menawarkan
fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada
dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu,
pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan
data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan salah satu
praktisi IT kenamaan dunia, mendiang Steve Jobs mengatakan bahwa membeli memori
fisik untuk menyimpan data seperti hardisk merupakan hal yang percuma jika kita
dapat menyimpan nya secara virtual/melalui internet.
4. Investasi
Jangka Panjang
Penghematan biaya akan pembelian
inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan
pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket
layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya
royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan
lewat komputasi berbasis Cloud.
Minggu, 09 November 2014
PENGENDALIAN INTERNAL COSO
COSO (Committee of Sponsoring Organizations of The Treadway Commission)
Adalah suatu inisiatif dari sektor swasta yang dibentuk pada tahun 1985. Tujuan utama dibentuknya COSO adalah untuk mengidentifikasikan faktor yang menyebabkan terjadinya penggelapan laporan keuangan dan membuat solusi untuk mengurangi kejadian tersebut.
COSO disponsori dan didanai oleh 5 asosiasi dan lembaga akuntansi profesional; American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), American Accounting Association (AAA), Financial Executives Institute (FEI),The Institute of Internal Auditors (IIA) danThe Institute of Management Accountats (IMA). ( http://id.wikipedia.org/wiki/COSO)
Pengertian Pengendalian Internal Menurut COSO
Mengadopsi pengertian Pengendalian internal dari laporan COSO (Committee of Sponsoring Organization) pengendalian internal adalah
“ Suatu proses, dijalankan oleh dewan komisaris, managemen, dan karyawan lain dari suatu entitas, dirancang untuk memberikan jaminan memadai sehubungan dengan pencapaian tujuan dalam kategori sbb”:
• Keandalan pelaporan keuangan
• Kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku
• Efektivitas dan efesiensi operasional
Tanggung jawab untuk menyusun suatu pengawasan intern itu terletak pada manajemen, begitu juga dengan pengawasan intern yang baik.
Definisi diatas menunjukkan bahwa suatu sistem pengawasan intern yang baik itu akan berguna untuk:
1. Menjaga keamanan harta milik suatu organisasi.
2. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi
3. Memajukan efisiensi dalam operasi
4. Membantu menjaga agar tidak ada yang menyimpang dari kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan lebih dulu.
Fokus Internal Coso:
1. Fokus Pengguna Utama adalah manajemen.
2. Sudut pandang atas internal control adalah
kesatuan beberapa proses secara umum.
3. Tujuan yang ingin dicapai dari sebuah internal
control adalah pengoperasian sistem yang efektif dan efisien, pelaporan laporan
keuangan yang handal serta kesesuaian dengan peraturan yang berlaku.
4. Komponen/domain yang dituju adalah pengendalian
atas lingkungan, manajemen resiko, pengawasan serta pengendalian atas aktivitas
informasi dan komunikasi.
5. Fokus pengendalian dari eSAC adalah keseluruhan
entitas.
6. Evaluasi atas internal control ditujukan atas
seberapa efektif pengendalian tersebut diterapkan dalam poin waktu tertentu.
7. Pertanggungjawaban atas sistem pengendalian dari
eSAC ditujukan kepada manajemen.Komponen pengendalian intern menurut COSO oleh Wing Wahyu Winarno dalam buku "Sistem Informasi Akuntansi" ada 5, yaitu :
1. Control Environment / Lingkungan pengendalian
Lingkungan pengendalian merupakan sarana dan prasarana yang ada di dalam organisasi atau perusahaan untuk menjalankan struktur pengendalian intern yang baik. Beberapa komponen yang mempengaruhi lingkungan pengendalian intern adalah:
- Komitmen
manajemen terhadap integritas dan nilai-nilai etika (Commitment
to integrity and ethical values).
- Filosofi
yang dianut oleh manajemen dan gaya operasional yang dipakai oleh
manajemen (Manajement’s philosophy and operating style).
- Struktur
organisasi (Organizational structure).
- Komite
Audit untuk Dewan Direksi (The audit committee of the board of
directors).
- Metode
pembagian tugas dan tanggung jawab (Methods of assigning
authority and responsibility).
- Kebijakan
dan praktik yang menyangkut sumber daya manusia (Human resources
policies and practices).
- Pengaruh
dari luar (External influences).
- Komite
Audit untuk Dewan Direksi (The audit committee of the board of
directors).
Aktivitas / kegiatan pengendalian merupakan berbagai proses dan upaya yang dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk menegakkan pengawasan atau pengendalian operasi perusahaan. COSO mengidentifikasi setidak-tidaknya ada lima hal yang dapat diterapan oleh perusahaan, yaitu:
- Pemberian
otorisasi atas transaksi dan kegiatan (Proper authorization of
transactions and activities).
- Pembagian
tugas dan tanggung jawab (Segregation of duties).
- Rancangan
dan penggunaan dokumen dan catatan yang baik (Design and use of
adequate documents and records).
- Perlindungan
yang cukup terhadap kekayaan dan catatan perusahaan (Adequate
safeguards of assets and records).
- Pemeriksaan
independen terhadap kinerja perusahaan (Independent checks on
performance).
- Rancangan
dan penggunaan dokumen dan catatan yang baik (Design and use of
adequate documents and records).
Manajemen perusahaan harus dapat mengidentifikasi berbagai risiko yang dihadapi oleh perusahaan. Dengan memahami risiko, manajemen dapat mengambil tindakan pencegahan, sehingga perusahaan dapat menghindari kerugian yang besar. Ada tiga kelompok risiko yang dihadapi perusahaan, yaitu:
- Risiko
strategis, yaitu mengerjakan sesuatu dengan cara yang salah
(misalnya: harusnya dikerjakan dengan komputer ternyata dikerjakan
secara manual).
- Risiko
finansial, yaitu risiko menghadapi kerugian keuangan. Hal ini dapat
disebabkan karena uang hilang, dihambur-hamburkan, atau dicuri.
- Risiko
informasi, yaitu menghasilkan informasi yang tidak relevan, atau
informasi yang keliru, atau bahkan sistem informasinya tidak dapat
dipercaya.
Perancang sistem informasi perusahaan dan manajemen puncak harus mengetahui hal-hal di bawah ini:
a. Bagaimana transaksi diawali
b. Bagaimana data dicatat ke dalam formulir yang siap di-input ke sistem komputer atau langsung dikonversi ke sistem komputer.
c. Bagaimana file data di baca di organisasi dan diperbaharui isinya
d. Bagaimana data diproses agar menjadi informasi dan informasi diproses lagi menjadi informasi yang lebih berguna bagi pembuat keputusan
e. Bagaimana informasi yang baik dilakukan
f. Bagaimana transaksi berhasil
5. Monitoring / Pemantauan
Pemantauan adalah kegiatan untuk mengikuti jalannya sistem informasi akuntansi, sehingga apabila ada sesuatu berjalan tidak seperti yang diharapkan, dapat diambil tindakan segera. Berbagai bentuk pemantaun di dalam perusahaan dapat dilaksanakan dengan salah satu atau semua proses berikut ini:
1. Supervisi yang efektif (effective supervision)
yaitu manajemen yang lebih atas mengawasi manajemen dan karyawan di bawahnya.
2. Akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting)
yaitu perusahaan menerapkan suatu system akuntansi yang dapat digunakan untuk menilai kinerja masing-masing manajer, masing-masing departemen, dan masing-masing proses yang dijalankan oleh perusahaan.
3. Audit internal (internal auditing)
yaitu pengauditan yang dilakukan oleh auditor di dalam perusahaan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa komponen pengendalian intern terdiri dari: lingkungan pengendalian, kegiatan pengawasan, pemahaman risiko, informasi dan komunikasi serta pemantauan.
Untuk lebih lengkap mengenai COSO dapat diakses pada Website COSO : http://www.coso.org/
Langganan:
Postingan (Atom)
