Jumat, 28 November 2014


SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

 

Cloud computing


CLOUD COMPUTING, istilah IT ini dapat diartikan sebagai suatu teknologi komputasi yang memanfaatkan internet, iasanya diwujudkan dalam bentuk layanan yang dapat diakses melalui internet. cloud computing disebut juga komputasi awan. Awan disini merupakan internet, dimana pada metode komputasi ini teknologi informasi dapat disajikan dalam suatu layanan yang dapat diakses pengguna tanpa mengetahui apa yang ada dan terjadi di dalam sistemnya. seperti digambarkan dalam gambar berikut




sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan

 
Pada gambar diatas, pengguna digambarkan berada di luar bagan berbentuk awan. Semua informasi dan data pengguna akan tersimpan secara permanen di internet, sedangkan pada komputer pengguna hanya bersifat sementara.

Macam-macam layanan cloud computing di Indonesia (sumber : http://cendikianews.com/2014/09/macam-macam-layanan-cloud-computing/)
  1. Infrastructure as a Service (IaaS) Yaitu layanan yang menyediakan resource secara langsung berbentuk fisik dan dikonfigurasi oleh user.
  1. Platform as a Service (PaaS) Yaitu layanan platform yang menjangkau system operasi, web server, database dan programming language environment.
  1. Software as a Service (SaaS) Yaitu software atau program di cloud yang diakses dan siap digunakan oleh pengguna internet.
  1. Network as a Service (NaaS) Yaitu konektivitas atau network yang disediakan oleh provider secara cloud.

Kelebihan cloud computing :

1.  Semua data tersimpan di server secara terpusat
       Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara   terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tak perlu repot repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/storage dll karena semua telah tersedia secara virtual.

2.    Keamanan Data
       Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dll.

3.    Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi
       Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan salah satu praktisi IT kenamaan dunia, mendiang Steve Jobs mengatakan bahwa membeli memori fisik untuk menyimpan data seperti hardisk merupakan hal yang percuma jika kita dapat menyimpan nya secara virtual/melalui internet.

4.    Investasi Jangka Panjang
       Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi berbasis Cloud.

Minggu, 09 November 2014

PENGENDALIAN INTERNAL COSO



COSO (Committee of Sponsoring Organizations of The Treadway Commission)

Adalah suatu inisiatif dari sektor swasta yang dibentuk pada tahun 1985. Tujuan utama dibentuknya COSO adalah untuk mengidentifikasikan faktor yang menyebabkan terjadinya penggelapan laporan keuangan dan membuat solusi untuk mengurangi kejadian tersebut.

COSO disponsori dan didanai oleh 5 asosiasi dan lembaga akuntansi profesional; American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), American Accounting Association (AAA), Financial Executives Institute (FEI),The Institute of Internal Auditors (IIA) danThe Institute of Management Accountats (IMA). ( http://id.wikipedia.org/wiki/COSO)

Pengertian Pengendalian Internal Menurut COSO

 Mengadopsi pengertian Pengendalian internal dari laporan COSO (Committee of Sponsoring Organization) pengendalian internal adalah

“ Suatu proses, dijalankan oleh dewan komisaris, managemen, dan karyawan lain dari suatu entitas, dirancang untuk memberikan jaminan memadai sehubungan dengan pencapaian tujuan dalam kategori sbb”:

• Keandalan pelaporan keuangan
• Kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku
• Efektivitas dan efesiensi operasional

Tanggung jawab untuk menyusun suatu pengawasan intern itu terletak pada manajemen, begitu juga dengan pengawasan intern yang baik.

Definisi diatas menunjukkan bahwa suatu sistem pengawasan intern yang baik itu akan berguna untuk:

1. Menjaga keamanan harta milik suatu organisasi.
2. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi
3. Memajukan efisiensi dalam operasi
4. Membantu menjaga agar tidak ada yang menyimpang dari kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan lebih dulu.


Fokus Internal Coso:
1.  Fokus Pengguna Utama adalah manajemen.
2.  Sudut pandang atas internal control adalah kesatuan beberapa proses secara umum.
3.  Tujuan yang ingin dicapai dari sebuah internal control adalah pengoperasian sistem  yang efektif dan efisien, pelaporan laporan keuangan yang handal serta kesesuaian  dengan peraturan yang berlaku.
4.  Komponen/domain yang dituju adalah pengendalian atas lingkungan, manajemen resiko, pengawasan serta pengendalian atas aktivitas informasi dan komunikasi.
5.   Fokus pengendalian dari eSAC adalah keseluruhan entitas.
6.   Evaluasi atas internal control ditujukan atas seberapa efektif pengendalian tersebut diterapkan dalam poin waktu tertentu.
       7. Pertanggungjawaban atas sistem pengendalian dari eSAC ditujukan kepada manajemen.


Komponen pengendalian intern menurut COSO oleh Wing Wahyu Winarno dalam buku "Sistem Informasi Akuntansi" ada 5, yaitu :

1. Control Environment / Lingkungan pengendalian
Lingkungan pengendalian merupakan sarana dan prasarana yang ada di dalam organisasi atau perusahaan untuk menjalankan struktur pengendalian intern yang baik. Beberapa komponen yang mempengaruhi lingkungan pengendalian intern adalah:
  1. Komitmen manajemen terhadap integritas dan nilai-nilai etika (Commitment to integrity and ethical values).
  2. Filosofi yang dianut oleh manajemen dan gaya operasional yang dipakai oleh manajemen (Manajement’s philosophy and operating style).
  3. Struktur organisasi (Organizational structure).
    1. Komite Audit untuk Dewan Direksi (The audit committee of the board of directors).
    2. Metode pembagian tugas dan tanggung jawab (Methods of assigning authority and responsibility).
    3. Kebijakan dan praktik yang menyangkut sumber daya manusia (Human resources policies and practices).
    4. Pengaruh dari luar (External influences).
2. Control Activities / Aktivitas Pengendalian
Aktivitas / kegiatan pengendalian merupakan berbagai proses dan upaya yang dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk menegakkan pengawasan atau pengendalian operasi perusahaan. COSO mengidentifikasi setidak-tidaknya ada lima hal yang dapat diterapan oleh perusahaan, yaitu:
  1. Pemberian otorisasi atas transaksi dan kegiatan (Proper authorization of transactions and activities).
  2. Pembagian tugas dan tanggung jawab (Segregation of duties).
    1. Rancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang baik (Design and use of adequate documents and records).
    2. Perlindungan yang cukup terhadap kekayaan dan catatan perusahaan (Adequate safeguards of assets and records).
    3. Pemeriksaan independen terhadap kinerja perusahaan (Independent checks on performance).

3. Risk Assessment / Pemahaman risiko

Manajemen perusahaan harus dapat mengidentifikasi berbagai risiko yang dihadapi oleh perusahaan. Dengan memahami risiko, manajemen dapat mengambil tindakan pencegahan, sehingga perusahaan dapat menghindari kerugian yang besar. Ada tiga kelompok risiko yang dihadapi perusahaan, yaitu:
  1. Risiko strategis, yaitu mengerjakan sesuatu dengan cara yang salah (misalnya: harusnya dikerjakan dengan komputer ternyata dikerjakan secara manual).
  2. Risiko finansial, yaitu risiko menghadapi kerugian keuangan. Hal ini dapat disebabkan karena uang hilang, dihambur-hamburkan, atau dicuri.
  3. Risiko informasi, yaitu menghasilkan informasi yang tidak relevan, atau informasi yang keliru, atau bahkan sistem informasinya tidak dapat dipercaya.

4. Information and Communication / Informasi dan Komunikasi

Perancang sistem informasi perusahaan dan manajemen puncak harus mengetahui hal-hal di bawah ini:
a. Bagaimana transaksi diawali
b. Bagaimana data dicatat ke dalam formulir yang siap di-input ke sistem komputer atau langsung dikonversi ke sistem komputer.
c. Bagaimana file data di baca di organisasi dan diperbaharui isinya
d. Bagaimana data diproses agar menjadi informasi dan informasi diproses lagi menjadi informasi yang lebih berguna bagi pembuat keputusan
e. Bagaimana informasi yang baik dilakukan
f. Bagaimana transaksi berhasil



5. Monitoring / Pemantauan

Pemantauan adalah kegiatan untuk mengikuti jalannya sistem informasi akuntansi, sehingga apabila ada sesuatu berjalan tidak seperti yang diharapkan, dapat diambil tindakan segera. Berbagai bentuk pemantaun di dalam perusahaan dapat dilaksanakan dengan salah satu atau semua proses berikut ini:
1. Supervisi yang efektif (effective supervision)
yaitu manajemen yang lebih atas mengawasi manajemen dan karyawan di bawahnya.
2. Akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting)
yaitu perusahaan menerapkan suatu system akuntansi yang dapat digunakan untuk menilai kinerja masing-masing manajer, masing-masing departemen, dan masing-masing proses yang dijalankan oleh perusahaan.
3. Audit internal (internal auditing)
yaitu pengauditan yang dilakukan oleh auditor di dalam perusahaan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa komponen pengendalian intern terdiri dari: lingkungan pengendalian, kegiatan pengawasan, pemahaman risiko, informasi dan komunikasi serta pemantauan.

Untuk lebih lengkap mengenai COSO dapat diakses pada Website COSO : http://www.coso.org/